Rabu, 03 Agustus 2016

Mencintai Hobi



 Oleh : Susi LW

Berbicara soal cinta tak akan ada habisnya, sebab pesonanya dimiliki semua manusia. Manusia mana yang tidak memiliki cinta? Karena manusia diciptakan lengkap dengan akal dan hatinya. Aku juga demikian, mencintai sesuatu hingga lupa bahwa tak semua orang bisa menerima apa yang aku cintai. Tentunya setelah cintaku kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, sebab itu adalah suatu keharusan. Aku mencintainya dengan tulus, tanpa syarat dan ketentuan apapun, begitupun sebaliknya. Bukan, aku tidak  membahas tentang perasaan di antara dua insan. Lebih dari itu, hingga mereka mempertanyakan cintaku, tak terkecuali adikku.

“Aduh heran sama Kakak, cinta banget sama menulis. Sampai lupa mencari cinta sejatinya.”

“Apa sih kamu Dek, ujung-ujungnya ngomong cinta sejati.”

“Haha, lagian Kakak aneh cinta kok sama yang begituan. Emang dibayar berapa sih tiap harinya? Mau jadi penulis ya? Mimpi kali ye.”

“Nah begini nih kalo anak kecil ngomongin cinta, berasa paling pinter sendiri. Kalo masih mikir berapa bayarannya itu sih bukan cinta Dek. Sejak kapan cinta menuntut bayaran? Cinta itu ikhlas, tanpa mengharap imbalan apapun. Ngerti gak?”

“Cieee cinta banget tuh…”

“Harus dong, karena gak semua penulis bisa mencintai pekerjaannya. Masih banyak yang menulis hanya untuk uang, tanpa mengetahui manfaat apa yang ada ketika mereka menulis.”

“Memang Kakak tahu manfaatnya? Nanti juga kalo udah jadi penulis cintanya berubah haluan jadi cinta uang dan popularitas.”

“Semoga enggak Dek. Menulis itu banyak manfaatnya, di antaranya bertambah ilmu pengetahuan kita. Karena ketika kita menulis maka kita akan semakin haus ilmu. Membaca jadi pelepas dahaganya, dengan membaca kita akan mendapat bahan tulisan. Kakak juga selalu inget pesan Ayah. Ketika ingin menulis yang terpenting bukan seberapa besar harga tulisannya nanti, tapi cobalah berpikir tentang seberapa besar manfaat dari tulisan itu.”

“Oh gitu yak Kak.”

“Iya jangan aneh ya dengan keputusanku mencintainya. Hehe. Walalupun ini cinta yang aneh, menulis dengan mayoritas penduduk Indonesia yang minat membacanya sangan rendah. Jadi merasa bertepuk sebelah tangan kalo mikir gitu Dek.”

“Yah baper deh… kalo gitu mah putusin aja kak.”

“Jangan dong, kamu gak tahu ya? Manfaat menulis itu tidak pernah putus, bahkan ketika penulisnya meninggal. Tentunya tulisan yang bermanfaat.”

“Masa iya begitu?”

“Iya dong, penulisnya boleh tiada tapi karyanya akan abadi selamanya.”

“Jadi pengen nulis nih Kak. Boleh gak aku cinta Dia?”

“Kalo cinta yang ini Kakak rela kok bagi-bagi.”

Akhirnya setelah percakapan panjang ini, Adikku tertarik untuk menulis. Semoga nantinya bisa mencintainya juga dengan ketulusan. Sejauh ini, hal yang membuat aku sangat mencintainya adalah pesan yang dikatakan oleh sahabat Nabi yang mendapat julukan sebagai pintu gerbang ilmu itu, Saidina Ali bin Abi Thalib Ra. “Bahwa setiap penulis akan mati hanya karyanyalah yang akan abadi, maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di akhirat nanti.”

Inilah cintaku, cinta di atas kuburan, mencintai apa yang hakikatnya berada di atas gundukan tanah. Semoga cinta ini akan membahagiakanku kelak, meski jasadku sudah membusuk di dalam kubur.

Bekasi, 04 Agustus 2016
***

CINTAKU DI ATAS KUBURAN


CINTAKU DI ATAS KUBURAN

Cinta adalah anugerah yang Allah berikan setelah kehidupan. Lantas apakah jadinya bila cinta hanya tertuju kepada kehidupan di dunia? Bukankah ada kehidupan yang lebih kekal setelah kematian? Aku adalah lelaki yang mencintai dunia beserta isinya, tanpa tahu siapa yang berhak aku cintai lebih dari dunia dan seisinya

 ***

Aku menikmati kebahagiaan yang semu, memiliki kekayaan dari orang tua. Bisnis yang aku jalani tak terlepas dari campur tangan Ayahku. Diusia yang hampir kepala tiga ini tak membuatku memikirkan tentang masa depan, ya pernikahan. Entah mengapa Aku sangat menikmati masa lajang ini dengan pertemanan dengan wanita tanpa ikatan pernikahan. Bahagia tapi merasa hampa. Untuk apa memiliki gelas tapi kosong, tak ada air yang dapat melepaskan dahaga.
“Semua ini karena kamu Nisa. sudah kucoba untuk mencari penggantimu, tapi ingatan ini selalu berpihak kepadamu.” Aku memaki sebuah foto yang ada di tanganku.
Nisa adalah cinta pertamaku yang hilang. Dia memilih pergi setelah aku nyatakan perasaan ini, apa yang salah dengan ungkapan cintaku? Apa salah jika aku mencintai wanita berjilbab sepertinya? Tanpa sadar air mataku terjatuh, mengingat saat terakhir aku bertemu dengannya. Saat itu
pandangannya jatuh ke arah tanah, seolah tak memperhatikanku tapi mendengar secara dalam.

***

“Nisa tunggu sebentar, bisakah aku berbicara denganmu?”

“Silakan Doni, tapi gak lama ya!”

“Tapi jangan nunduk terus dong, kesannya terpaksa banget.”

“Tenang aja Don, aku dengerin ko. Buruan mau ngomong apa?”

“Aku mau jujur Nis, sebenernya aku suka sama kamu. Udah lama aku memperhatikan kamu, tapi kamunya cuek sih.”

“Terus?”

“Aku serius Nis, mau gak kamu jadi pacarku?”

“Denger ya Don, kalo kamu serius temui Bapakku. bagiku cinta itu hanya dihadapkan pada 2 pilihan. Jika kamu tidak bisa menghalalkan maka kamu harus bisa mengikhlaskan.”

***

Kring… Kring… Kring… Nada ponselku memecahkan lamunanku, tentangnya yang kini masih ada di dalam hati. Aku menyesal tak mengerti ucapan yang terakhir Nisa katakan dulu, bagiku semua itu hanyalah sebuah penolakan halus yang ia sampaikan. Saat itupun pikiranku masih labil, hanya memikirkan kesenangan sesaat. Merasa belum siap untuk menikah dengan alasan kuliah yang belum selesai dan amanat Ayah untuk meneruskan Perusahaan.

Nasi sudah menjadi bubur, kayu sudah menjadi arang. Dunia yang aku cintai kini meninggalkanku sendiri dalam kehampaan, cinta yang harusnya aku miliki kini telah menjadi jodohnya orang. Harta yang aku miliki tak bisa untuk memutar kembali waktu yang terbuang. Andai aku berani menghalalkan, aku tak harus merasakan sakitnya mengikhlaskan.

Aku jadikan semua ini sebagai pelajaran. Inilah cintaku di atas kuburan, hanya mencintai apa yang hakikatnya berada di atas gundukan tanah. Cinta yang hanya sebatas kesenangan dunia, berupa cinta, harta tahta dan wanita. Aku hanya mencintai dunia tanpa berfikir untuk mencintai-Nya. Bukankah manusia diciptakan untuk beribadah? Dan menikah adalah salah satu ibadah? Aku menyesal terlambat mengetahuinya. Cinta yang sejati akan menuntunku kepada seorang wanita yang juga mencintai-Nya. Nyatanya cinta Allah yang akan membahagiakanku kelak, meski jasadku sudah membusuk di dalam kubur.

Kamis, 30 Juni 2016

ADA KEBAIKAN DARI SEBUAH KEGAGALAN


https://www.islampos.com/286022-286022/

KEGAGALAN sangat menakutkan bagi sebagian orang,karena dari semua usaha terbaik yang dilakukan harus berakhir pada kata gagal. Rasanya seperti tertimpa tembok yang runtuh, kemudian jatuh dan menanggung beban seberat itu. Berpikir untuk bangkit rasanya sulit, karena badan sudah terhimpit. Segitu beratnya pandangan saya tentang kegagalan, rasanya sesak dan mengecewakan. Tapi apakah kita tahu kenapa kegagalan itu ada? Kenapa kita mengalaminya? Dan itu terjadi pada kehidupan saya setahun yang lalu. Salah satu dari sekian kegagalan yang cukup membuat saya paham dan mengerti, mengapa kegagalan itu harus menimpa pada saya.

Bermula ketika saya melamar pekerjaan pada sebuah Perusahaan kosmetik. Karena tidak tahu akses jalan menuju tempat tes, akhirnya saya diantar tetangga saya untuk memenuhi panggilan Psikotes masuk kerja di Perusahaan tersebut, kebetulan dia sudah bekerja beberapa bulan di sana. Sebelum melakukan tes tulis, seluruh calon karyawan (kontrak) yang sudah berkumpul melakukan seleksi dengan mengukur tinggi badan. Tibalah giliran saya, betapa kecewanya ketika tidak bisa melanjutkan ke psikotes selanjutnya karena gagal di seleksi awal. Kenyataannya tinggi badan saya tidak mencapai batas minimal yang ditentukan perusahaan tersebut.

Sangat menjengkelkan karena saya harus pulang sebelum berjuang mengerjakan soal tes tertulis. Saat itu saya hanya berfikir mungkin belum ada rezeki di sini dan melakukan ikhtiar di kesempatan lain.
Beberapa minggu kemudian dari kejadian tersebut, saya dikagetkan dengan berita duka bahwa perusahaan tersebut mengalami musibah kebakaran, karena ledakan tabung gas yang bocor saat proses produksi. Berapa ratus karyawan jadi korban luka-luka dan ada beberapa orang yang meninggal. Bahkan tetangga yang dulu sempat mengantar saya tes menjadi salah satu korban luka bakar serius.

Setelah kejadian itu, saya sadar bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah sesuatu yang terbaik menurut Allah SWT, bukan terbaik menurut pandangan manusia. Berpikir positif dari setiap kejadian, saat ini yang ada di pikiran tentang kegagalan itu adalah Allah SWT sudah menangguhkan musibah untuk saya. Bisa saja jika saya bekerja di perusahaan tersebut saya akan menjadi salah satu korban kebakaran di sana, atau hal buruk lainnya. Wallahua’lam.

Firman Allah SWT:

“……. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.s. Al-Baqarah : 216)

“ …… Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Q.s. An-Nahl : 8)

“……, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit.” (Q.s. A-Isra’ : 85)
Semoga Allah selalu melindungi setiap langkah kita, memberikan rasa sabar ketika gagal dan bersyukur dalam menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Sabtu, 04 Juni 2016

TUAN, PUAN DAN PENANTIAN

#kisah_takwa

TUAN, PUAN DAN PENANTIAN

Malam semakin larut, diseruputnya kopi hitam yang semakin pekat dan hampir menyentuh dasar gelas. Doni masih fokus pada layar ponselnya dan meneguk lagi kopi itu hingga tersedak. Bukan karena kopi itu yang mulai pahit, tapi karena sebuah status dari akun facebook yang sangat ia kenal. Nisa namanya, dia adalah teman Doni sewaktu SMA. Sudah 4 tahun ia mengagumi Nisa dalam diam. Nisa wanita yang sangat berpegang teguh pada prinsipnya. Jilbab yang ia kenakan wujud pemahaman agamanya yang baik, Dia santun dan juga cerdas.

Saat ini mata Doni hanya terpaku pada status yang ditulis Nisa beberapa menit yang lalu.

"Tuan, namamu tak dapat kureka. Jelas adanya namun tanpa sketsa. Bila masa indah itu ada, doa yang kusisipkan kini tak lagi untuk si pulan. Ada namamu di dalamnya."

Tak lupa Doni membubuhkan like pertama untuk Nisa. Bodohnya ia yang berharap namanya yang nanti ada dalam doa Nisa.

"Mungkinkah aku Tuan tanpa sketsanya?" kata Doni lirih.

"Sudahlah, perihal jodoh hanya Allah yang tahu, kita manusia bisa apa? Hanya bisa memperbaiki diri dan sabar menanti dalam taat." kata Doni menepisnya.

Beberapa menit kemudian Doni membuat status tandingan. Bukan untuk Nisa, tapi untuk dirinya sebagai pengingat diri.

"Puan, untukmu yang sedang dalam penantian. Sabarlah barang sebentar saja. Akupun sedang berusaha, aku akan datang bila takdir indah itu ada untuk kita berdua. Sekarang biarlah aku mencintaimu dalam diam." Doni mengetik pada beranda facebook.

Tapi Doni selalu menyamarkan nama Nisa dengan sebutan Puan, ya hanya itu yang terlintas. Terdengar manis saja saat ia menyebutnya, mungkin Puan itu karena dia perempuan. Doni menutup ponselnya dan tak berharap Nisa membacanya.

"Aku selalu paham bahwa bila cinta telah datang kita akan dihadapkan pada 2 pilihan, menikahi atau menghormati. Bila aku belum siap untuk menikahi maka biarlah aku menghormatimu, dengan cara mencintai dalam diam. Aku kembali teringat pada kisah cinta suci Sayidina Ali dan Sayidatina Fatimah, yang sama-sama mencintai dalam diam. Kemudian Allah pertemukan dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Biarlah Allah yang akan menuntun langkahku menujumu Puan. Aku berdoa semoga Allah selalu menguatkan hati kita, yang sedang menentang kehendak diri, menundukkan nafsu hati. Aku tak pernah tahu bagaimana akhir kisah ini, karena jodoh adalah ketika kecenderungan hati mendapat ridho dari-Nya. Semoga allah meridhoi kita Puan." Doni menasihati diri sendiri sambil menghabiskan satu teguk kopi terakhirnya.

Beberapa minggu kemudian Doni mendapat kabar dari temannya bahwa Nisa sudah tidak tinggal lagi di Jakarta dan tidak jelas dimana tempat tinggal Nisa sekarang. Betapa kagetnya ia mendengar kabar tersebut. Hari-hari Doni penuh tanya dan akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Surabaya sebagai pengobat hati dan menyibukkan diri dengan bekerja.

Surabaya, 2 tahun sudah Doni bekerja di Perusahaan Properti. Karir pria ini semakin meningkat, kini ia menjadi Manager Pemasaran rumah. Diusianya yang kini sudah 25 tahun secara materi dan mental Doni sudah siap untuk menikah. Tapi dimana Nisa berada ia tak pernah tahu.

Sore hari, sebelum pulang Doni membuka berkas yang berisi formulir calon pembelian rumah di minggu ini. Pada formulir terakhir tertulis nama Anisa Rahma lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya.

"Apakah ini Nisa yang kucari? Ya Allah, jika memang benar mudahkanlah." kata Doni.

Dengan rasa penasarannya Doni menghubungi nomor tersebut dan merencanakan pertemuan besok di kantornya dengan alasan masalah pembelian rumah oleh Nisa.

Ketika takdir Allah SWT terjadi, tembok pemisah yang kokoh tidak bisa mengalahkan takdir mereka berdua. Betapa kagetnya Doni ketika seorang wanita berjilbab mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangannya.

"Assalamualaikum." kata Nisa lantang.

"Wa'alaikum salam, silakan masuk." jawab Doni.

"Mas Doni? Wah kebetulan sekali ya kita bertemu disini? Apa kabar mas?." kata Nisa heran.

"Nisa? Alhamdulillah baik. Akhirnya kita bertemu Nis. Sudah lama aku mencarimu." jawab Doni

"Ada apa mas? Apakah ada masalah?" kata Nisa bingung.

"Tidak Nisa, Bolehkah aku jujur? Sebenarnya aku sudah lama menyimpan rasa kepadamu. Tapi sebelum aku siap menikahimu aku lebih memilih mencintai dalam diam. Apakah aku boleh bertemu kedua orang tua kamu?" jawab Doni.

"Apa benar begitu mas? Kalau benar silakan mas datang dan bicara langsung kepada orang tuaku." kata Nisa tegas.

Akhirnya Doni datang bersama keluarganya dan bertemu dengan orang tua Nisa. Alhamdulillah lamarannya diterima dan mereka akan menikah bulan depan.

Doni dan Nisa dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Takdir yang indah telah terjadi dan Doni bukan lagi Tuan tanpa sketsa yang dinanti Nisa. Satu hal yang tak bisa dipungkiri kalau jodoh pasti bertemu.

End

Bekasi, 4 Juni 2016

Selasa, 31 Mei 2016

ADAKAH ALASAN UNTUK TIDAK BAHAGIA?

Oleh : Emoticon Smile (Susi LW)

Aku suka berdebat dengan Ayahku, tentang pemikiran apapun, yang aku suka setiap aku bertanya padanya, akulah yang akan menemukan jawabnya sendiri. Entah bagaimana caranya menjadi seperti itu. Aku memulai pembicaraanku padanya.

"Yah, aku ingin bertanya, adakah alasan untuk tidak bahagia?"

"Loh ko kamu bertanya seperti itu, kalau begitu bapak bertanya padamu, adakah alasan untuk tidak masuk surga? Sedang kenikmatan banyak disana!"

"Artinya, tidak ada?"

"Ayah tidak bisa menjawab, kamu yang tahu jawabannya."

"Bagaimana aku tahu, jika sekarang masih bertanya yah?"

"Bisa,"

"Caranya yah?"

"Berwudhulah, dan ambil alqur'an."

"Loh kok malah disuruh ngaji yah, baiklah yah tunggu sebentar."

Akupun bergegas dengan keherananku dan mengambil wudhu lalu berdoa, ku ambil al-qur'an dan menghampiri ayahku yang terlihat senyum padaku.

"Sudah duduk sini jangan bingung, sekarang kamu buka surat Ar-rahman ayat 13, bacalah artinya,"

"Maka nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan."

"Silahkan kamu simpulkan sendiri nak..."

"Berarti tidak ada satu nikmat pun yang bisa didustakan, karena sangat banyaknya nikmat tersebut,"

"Lalu adakah alasan untuk tidak bahagia?"

"Tidak ada."

"Pertanyaanmu sudah kamu jawab sendiri nak, jadi jangan bertanya lagi."

"Wah ayah hebat ya..."

"Sekarang kamu tahu jawabannya, kesimpulannya adalah tidak ada manusia di dunia ini yang tidak bahagia. Yang ada manusia yang mendustakan nikmat Allah SWT, maka dari itu bersyukurlah atas nikmat yang ada"

"Terus yah,"

"Terus nabrak."

"Ya ayah bercanda, ayah kira ini lagi parkir mobil."

Akhirnya kamipun tertawa. Dan aku telah menemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri.

End

Bekasi, 16 Mei 2016

Jumat, 27 Mei 2016

THE BOOK (QUOTE)


Sudah tutup saja bukunya, aku hanya bagian kecil didalamnya, deretan huruf yang tak pernah kau baca.

***

Hatimu tak terbaca, bisakah kau mengejanya untukku?

***

Minggu, 22 Mei 2016

KUMPULAN PUISI

Filosofi Waktu

Nikmatilah irama detak tiap detiknya
Bukankah setiap jam memiliki waktu?
Dimana akan bertemunya jarum detik, menit dan jam
Pada garis yang sama

Bila aku detik yang selalu berputar
Maka kau adalah menit yang selalu menungguku
Lalu kita akan menuju
Jarum jam yang kusebut masa depan

****

TAKDIR YANG TAK BISA DIPESAN

Waktu itu...
Sehari usianya
Usai tangis memecah ketegangan
Berganti tawa dan haru bersuara

Adakah sang bayi berbicara?
Meronta-ronta dalam tangisnya?
Meminta hidup yang lebih baik dari yang ditakdirkan
Haha ini khayalan gila

Ayahnya tak berpangkat
Ibunya bersahaja
Sikecil yang belum mengerti artinya susah
hanya tahu rasanya asi yang tertelan basah

Lapar menangis puas
Kenyang tertidur pulas
Ikhlaslah menjalani hidup hingga besar
Hijaukan rumput sendiri jangan bandingkan

Bilapun hidup bisa ditukar
Biarlah tak perlu bertukar
Bilapun suratan bisa dipesan
Tak akan berubah walau dibayar kontan

Sebab keluarga adalah segalanya, meski tak punya segalanya

****

Tuan Tanpa Sketsa

Tuan...
Namamu tak dapat ku reka
Nyata adanya namun tanpa sketsa
Bila waktu indah itu tiba
Doa yang kusisipkan tak lagi untuk si Fulan
Ada namamu didalamnya

Tuan...
Kutambatkan hati
Meski tak pasti
Semoga takdir indah itu ada
Untuk kita yang sedang berjuang
Menentang kehendak diri
Menundukkan nafsu hati

****

Nyawa Kedua

Cinta...
Tak akan habis kata tersusun
Memaknai rasa yang tak jua beraua
Begitu rumitkah jalannya?
Hingga cinta tak kunjung menampakkan hadirnya

Cinta...
Dengan berjuta keanehannya
Banyak penjelasan diatas ketidakjelasannya
Tapi mengapa masih menantinya?
Sebegitu berartikah bagai nyawa kedua?

****

Pundak Lelaki

Engkau yang kusebut lelaki
Dewasa dalam pangkuan
Menimpa diri dalam asuhan
Hidupmu tak seperti anganmu
Jatuh dan terluka harus terbiasa

Kelak beban pundakmu tak hanya satu
Menjadi tanggungan bahagiakanlah
Orang tua, saudara, dan anak istrimu
Bertumpu satu pada kekar pundakmu

Melangkahlah
Seperti tak ada beban dipundak
Meskipun berat

(SLW)

***

Jumat, 20 Mei 2016

QUOTE

Terkadang hakikat cinta itu melepaskan. Seperti bernafas, ketika kita menghirupnya maka kita harus bisa melepasnya. Ia tetap menghidupkan meski tak bisa termiliki (SLW)

Rabu, 18 Mei 2016

JANGAN KHAWATIR, SEEKOR BURUNG SAJA DIBERI REZEKI

Sudah dimuat di islampos:
https://www.islampos.com/jangan-khawatir-burung-saja-diberi-rejeki-279292/


Baru-baru ini saya melihat sebuah gambar yang diposting oleh teman di beranda Facebook, disana terlihat pedagang buah laki-laki menggunakan gerobak dorong yang berisi pisang, timun suri dan seperti apel hijau. Apa yang membuat saya tergerak membahasnya disini? Sekilas tak ada yang aneh dalam gambar tersebut, tapi jika diperhatikan ada sebuah tulisan yang dipahat pada gerobak dorong pedagang tersebut, tepat di depan gerobaknya. Ditulis dengan bahasa arab bila dibaca seperti ini,

"Kayfa akhofu minal faqr wa ana abd Al-Ghany."

Dalam foto tersebut dijelaskan bahwa arti dari tulisan tersebut adalah:

"Bagaimana aku akan takut dengan kemiskinan, sedang aku adalah hamba dari Yang Maha Kaya."

Subhanallah, seorang pedagang buah yang tidak pernah khawatir atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Inikah yang disebut tawakkal?

Yahya bin Mu'adz rah.a ditanya, "Kapan seseorang bisa dikatakan tawakkal?" Dia menjawab, "Ketika dia telah rela Allah sebagai wakilnya."

Dari Umar bin Khattab r.a berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kemudian dalam sebuah buku berjudul "Nyanyian Sunyi Para Kekasih Ilahi" yang ditulis oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Pada Pasal Lima dijelaskan bahawa hakikat tawakkal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, membersihkan diri dari kegelapan usaha dan pengaturan serta naik ke lantai melihat ketetapan dan takdir. Kemudian yakin bahwa tidak ada perubahan bagi sesuatu yang telah dibagikan dan apa yang telah dibagikan untuknya tidak akan luput darinya, sedangkan apa yang tidak dibagikan untuknya tidak akan pernah dia dapatkan. Hatinya menjadi tenang dengan itu. Dia yakin kepada janji Tuhannya, lalu hanya mengambil dari Tuhannya.

Yang menjadi dasar dalam masalah ini adalah firman Allah SWT:
"Barang siapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Q.s. Ath-Thalaq : 3)

Semoga kita bisa senantiasa bertawakkal kepada Allah SWT dengan sebenar-benar tawakkal. Aamiin.


Senin, 16 Mei 2016

GARA-GARA PONSEL BARU

Oleh : Emoticon Smile (SLW)

Minggu-minggu ini Doni mulai jengkel dengan pacarnya yang super "ribet" itu, Rina namanya. Bagaimana tidak akhir-akhir ini dia selalu ingin bertemu setiap malam, bukan itu yang menyebalkan. Tapi saat bertemu dia asik sendiri dengan ponsel barunya. "Cekrek" sana, "Cekrek sini, Mencari angle 'sudut' yang pas untuk wajahnya. Belum lagi saat makanan yang dipesan datang, aduh ribetnya setengah mati. Saat itu Doni selesai berdoa dalam hati sebelum menyantap nasi goreng spesial dengan telur mata sapi yang dipesannya. Sendok ditangan kanan, garpu ditangan kiri, mulutnya sudah dibuka kecil, menanti nasi goreng spesial yang disendoknya mendarat. Jarak sendoknya kini hanya beberapa centi lagi.

"Wah... sepertinya enak nih..." kata Doni penasaran dalam hati.

Tapi hap, tangan rina memaksa doni menurunkan sendoknya dan berkata, "Sebentar deh sayang aku mau foto dulu makanannya buat aku upload."

Mulut Doni tertutup dan sendok yang diangkatnya diturunkan kembali, nafsu makannya sekejap hilang.

"Haah? Wanita macam apa ini. Noraaak..." kata Doni kesal dalam hati.

Doni hanya terdiam, Rina asik memotret makanannya tak memperdulikan wajah Doni yang mulai kesal.

Setelah kejadian itu Doni mulai memikirkan cara untuk memutuskan Rina yang super 'ribet' itu, bagaimana caranya memutuskan Rina tanpa harus ditanya alasannya. Ini pasti sulit, akan banyak pertanyaan dari Rina nantinya, dan Doni sangat benci berdebat. Akhirnya cara ini yang dipilih Doni.

Mereka berdua bertemu di sudut taman kota, duduk berdua di bangku taman, dan...

Doni memulai pembicaraannya, "Dek aku ingin bicara nih."

"Mau bicara apa sih sayang?" Rina menjawab dengan santai.

"Aku mau putus," kata Doni dengan suara yang sengaja dipelankan supaya Rina kembali menegaskan.

"Kamu ngomong apa sih sayang? Yang bener dong." Rina menjawab dengan bingung karena takut salah dengar.

"Loh memang kamu dengarnya bagimana?," kata Doni sengaja memancingnya.

"Aku mau putus." jawab Rina mengulang ucapan Doni tadi.

"Apa dek, kamu mau putus? Ya sudah kita putus ya. Sekarang kita temenan aja." kata Doni sambil menahan tawa. "Yes, akhirnya putus juga. Trik ini memang keren hahaha," kata Doni melanjutkan dalam hati.

Setelah itu Doni langsung pergi tanpa menunggu Rina berbicara lagi. Rina termenung, bingung dengan ucapannya sendiri. Setelah sadar dia menangis lalu tertawa. Hahaha sepertinya Rina mulai gila, niat hati mengulang ucapan Doni, malah jadi pernyataan putus. Ini salah siapa?

End

Bekasi, Mei 2016

*** keh...keh... :D

*dibuat pada event cerita mini komedi di Komunitas Bisa Menulis.

Minggu, 15 Mei 2016

NASIHAT YANG TAK DIMINTA

Hari ini saya kembali dingatkan dengan kejadian kecil tapi cukup menyentuh hati ini sampai ke dasarnya. Betapa tidak, ketika sedang melaju dengan sepeda motor di jalan. Saya melihat seorang bapak yang tiba-tiba menghentikan laju sepeda motornya. Saat itu saya masih belum mengerti kenapa motornya berhenti tiba-tiba?

Beberapa detik kemudian saya baru sadar saat bapak itu menundukkan kepalanya dan tangannya meraih sebuah paku tepat di tengah jalan, kemudian paku itu disingkirkan jauh dari jalan. Subhanallah, kebaikan kecil yang bermanfaat untuk banyak orang, aku tersenyum salut. Nasehat yang tidak diminta datang dari seorang bapak itu, sudah masuk sampai ke dalam hati. "Bahwa lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena kita tidak pernah tau kebaikan mana yang menghantarkan kita ke surga."

Firman Allah swt,
"Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan." (Q.s. Ali-Imran : 148)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Setiap persendian manusia wajib bersedeqah pada setiap hari dimana matahari terbit padanya". Beliau SAW bersabda pula, "Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedeqah, kamu menolong seseorang pada kendaraannya, yaitu membantu untuk menaikkannya atau mengangkatkan barang-barangnya diatas kendaraannya adalah sedeqah". Beliau SAW bersabda lagi, "Ucapan yang baik adalah sedeqah, dan setiap langkah kamu berjalan untuk shalat adalah sedeqah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedeqah". [HR. Bukhari dan Muslim, dan lafadh ini bagi Muslim]

Semoga Allah membalas dengan kebaikan untukmu bapak.

Bekasi, 16 Mei 2016

Sabtu, 14 Mei 2016

TUAN PUAN DAN PENANTIAN

Malam semakin larut, kuseruput kopi hitam yang hampir menyentuh dasar gelas, warnanya semakin pekat, aromanya sudah tak lagi sama. Aku masih fokus pada layar ponselku, dan meneguk lagi kopi itu hingga tersedak. Bukan karena kopiku yang mulai pahit, tapi karena sebuah status dari akun facebook yang sangat aku kenal.
Nisa namanya, dia adalah teman sewaktu aku SMA. Entah mengapa aku sangat tertarik padanya. Sudah 4 tahun aku mengaguminya dalam diam. Dia wanita yang sangat berpegang teguh pada prinsipnya. Jilbab yang ia kenakan membuat aku sangat menghargainya, pemahaman agamanya baik, Dia santun dan juga cerdas.

Saat ini mataku hanya terpaku pada status yang ditulisnya beberapa menit yang lalu.

"Tuan, namamu tak dapat kureka. Jelas adanya namun tanpa sketsa. Bila masa indah itu ada, doa yang kusisipkan kini tak lagi untuk si pulan. Ada namamu di dalamnya," Kubaca dalam hati.

Akupun tak lupa membubuhkan like pertama untuknya. Bodohnya aku yang berharap namaku yang nanti ada dalam doanya.

"Mungkinkah aku Tuan tanpa sketsanya?" Kataku lirih.

"Sudahlah perihal jodoh hanya allah yang tahu, kita manusia bisa apa? Hanya bisa memperbaiki diri dan sabar menanti dalam taat," Secepat kilat aku menepisnya.

Beberapa menit kemudian akupun membuat status tandingan. Bukan untuknya, tapi untuk diriku sebagai pengingat diri.

"Puan, untukmu yang sedang dalam penantian. Sabarlah barang sebentar saja. Akupun sedang berusaha, aku akan datang bila takdir indah itu ada untuk kita berdua. Sekarang biarlah aku mencintaimu dalam diam," kataku spontan sambil mengetiknya pada beranda facebook.

Tapi aku selalu menyamarkan namanya dengan sebutan Puan, ya hanya itu yang terlintas. Terdengar manis saja saat aku menyebutnya, mungkin Puan itu karena dia perempuan. Akupun menutup ponselku dan tak berharap dia membacanya.

"Aku selalu paham bahwa bila cinta telah datang kita akan dihadapkan pada 2 pilihan, menikahi atau menghormati. Bila aku belum siap untuk menikahi maka biarlah aku menghormatimu, dengan cara mencintai dalam diam. Aku kembali teringat pada kisah cinta suci Sayidina Ali dan Sayidatina Fatimah, yang sama-sama mencintai dalam diam. Kemudian Allah pertemukan dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Biarlah Allah yang akan menuntun langkahku menujumu Puan. Aku berdoa semoga Allah selalu menguatkan hati kita, yang sedang menentang kehendak diri, menundukkan nafsu hati. Aku tak pernah tahu bagaimana akhir kisah ini, karena jodoh adalah ketika kecenderungan hati mendapat ridho dari-Nya. Semoga allah meridhoi kita Puan," kataku menasehati diri sendiri sambil menghabiskan satu teguk kopi terakhir. (SLW)

End

Bekasi, 15 Mei 2016

***dibuat pada Event Inspiratif Kbm di Komunitas Bisa Menulis

Rabu, 11 Mei 2016

TAKDIR YANG TAK BISA DIPESAN

Waktu itu...
Sehari usianya
Usai tangis memecahkan ketegangan
Berganti tawa dan haru bersuara

Adakah sang bayi berbicara?
Meronta-ronta dalam tangisnya?
Meminta hidup yang lebih baik dari yang ditakdirkan
Haha ini khayalan gila

Ayahnya tak berpangkat
Ibunya bersahaja
Sikecil yang belum mengerti artinya susah
hanya tahu rasanya asi yang tertelan basah

Lapar menangis puas
Kenyang tertidur pulas
Ikhlaslah menjalani hidup hingga besar
Hijaukan rumput sendiri jangan bandingkan

Bilapun hidup bisa ditukar
Biarlah tak perlu bertukar
Bilapun suratan bisa dipesan
Tak akan berubah walau dibayar kontan

Sebab keluarga adalah segalanya, meski tak punya segalanya. (SLW)

*** dibuat untuk event tarung tulis babak pertama di Komunitas Bisa Menulis.

Selasa, 26 April 2016

CFD (Car Free Day) ALA BEKASI



Bekasi, Car Free Day adalah hari bebas kendaraan. Biasanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk berolahraga sepeda, lari pagi dan lain sebagainya.

Gor Kota Bekasi (sumber google)

Fly Over Summarecon Bekasi (sumber google)
Hari bebas kendaraan ini dibuka setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00 dari kawasan perumahan summarecon bekasi melalui fly over sampai sepanjang jalan jendral Ahmad Yani-Gor bekasi.

www.susinewbie.blogspot.com

Sebagai warga bekasi yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi ini, saya cukup sering mengikuti kegiatan minggu pagi ini, ya mungkin anak muda sekarang menyebutnya Cfd singkatan dari Car Free Day. Biasanya saya memanfaatkannya untuk bersepeda, lari pagi dan jalan santai.

CFD dengan berjalan santai

Antusias masyarakat Bekasi

Fly Over Summarecon Bekasi
Tapi sesampainya di sana jangan kaget bila keadaan sesak oleh ratusan manusia, karena cukup besarnya antusias warga setempat untuk melakukan Cfd ini. Setidaknya masih bisa berolahraga dengan jalan santai.

Moment matahari terbit
Tak jarang mereka yang datang untuk Cfd bukan saja untuk berolahraga tapi hanya sekedar jalan-jalan pagi, selfie, melihat moment matahari terbit di atas jembatan, shoping dan wisata kuliner. Karena memang banyak pedagang kaki lima yang datang ke Cfd ini.

Fly over Summarecon Bekasi.
Apapun tujuannya kita sangat tahu apa yang terbaik untuk kita dalam kesempatan Cfd ini, memilih sehat, hiburan atau hanya sekedar kepuasan dihati. Tapi saya memilih untuk sehat dan mencari bahan tulisan adalah bonusnya, yang terpenting kita harus menjaga kebersihan area Cfd di kota Bekasi ini, kalo bukan kita siapa lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi? (SLW)

Senin, 25 April 2016

FILOSOFI ROTI BUAYA

Filosofi roti buaya (SLW)

Dalam acara pernikahan diberbagai daerah biasanya sang calon mempelai pria membawa seserahan berupa parsel untuk sang calon mempelai wanita. Begitupun pada acara pernikahan adat betawi. Dari beberapa seserahan tersebut akan kita temukan sebuah roti berbentuk buaya dalam ukuran besar, ya roti buaya namanya.

Pernah gak sih berfikir kenapa harus roti buaya? Sedangkan sepengetahuan kita buaya itu identik dengan kata buaya darat atau ketidaksetiaan. Nah loh bingung kan?

Bila dikulik lebih dalam lagi makna roti buaya tidak sesingkat pemikiran masyarakat pada umumnya. Menurut adat istiadat betawi roti buaya bermakna lambang dari kemapanan dan kesetiaan. Makna kemapanan ada pada roti, dimana hanya para bangsawan yang bisa menikmati roti pada zamannya. Sedangkan makna kesetiaan ada pada buaya, karena semasa hidupnya buaya hanya melakukan pernikahan satu kali seumur hidupnya, setia bukan?

Filosofi tersebut yang membuat roti buaya hingga sekarang masih digunakan sebagai seserahan pada acara pernikahan adat betawi, dengan harapan agar kedua mempelai hidup dalam kemapanan dan saling setia hingga akhir usia.(SLW)

Minggu, 24 April 2016

MY TRIP (KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA)

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang perjalanan wisata ke daerah Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Naga. Siapa tahu setelah membaca artikel ini membuat kalian ingin memajukan tempat wisata dengan berkunjung ke daerah wisata ini.
To the point aja ya....

Welcome to Kampung Naga

Kampung Naga merupakan perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat sunda. Terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung melalui Garut. Untuk masuk ke Kampung Naga tidak dikenakan biaya masuk, WOW banget kan? Tapi terdapat kotak amal di pertengahan jalan menuju Kampung Naga, tentunya seikhlasnya ya Bro-Sist :)

Tugu Kujang Pusaka

Sebelum memasuki Kampung Naga disebelah kiri jalan terdapat bangunan Tugu Kujang Pusaka yang berdiri kokoh menambah keindahan seni arsitektur di kampung naga tersebut. Dahulu kujang adalah senjata khas urang sunda yang digunakan saat bertempur. Bangunan Tugu kujang yang menjulang tinggi tersebut, tingginya mencapai 3 meter yang ditopang oleh bangunan persegi empat terbuat dari beton.

Posisi turun tangga

Posisi naik tangga

Setelah melewati Tugu Kujang Pusaka kita memasuki Kampung Naga dengan menuruni kurang lebih 360 anak tangga (kalo gak salah hitung ya hihi) yang terdapat beberapa kelokan menambah indah kampung tersebut. Saat kita menyusuri anak tangga satu demi satu kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang hijau membentang memanjakan penglihatan kita. Meski harus susah payah saat pulang nanti, karena harus menaiki 360 anak tanggga, semua akan terbayar lunas dengan keindahan pemandangan Kampung Naga. Saran saya, jangan lupa bawa air mineral saat pergi kesini. Cape sist-broh, ini cius loh.

Atap rumah adat Kampung Naga dari kejauhan

Rumah adat Kampung Naga

Mushola di Kampung Naga dan bedug di depannya

Kampung Naga memiliki rumah-rumah yang sangat detail seni arsitekturnya. Bentuk atap rumah adat kampung naga disebut suhunan yang terdiri dari daun tepus yang ditutupi oleh ijuk. Dinding rumah tersebut mempunyai rangka dari kayu albasia, untuk penutup menggunakan anyaman sasag, bilik dan papan kayu. Jenis bambu yang digunakan untuk bahan dinding adalah bambu tali (awi tali).

Salah satu souvenir di Kampung Naga

Souvenir yang dibawa pulang (Tas dan Blangkon)

Masyarakat didalam Kampung Naga juga menjual berbagai macam souvenir khas sunda yang dibuat dari bahan-bahan alam. Seperti gantungan kunci, gelang, tas, blangkon sunda, cerutu rokok, gula aren khas Tasikmalaya. Ini merupakan salah satu mata pencaharian tambahan untuk sebagian warga setempat.

AKSES LOKASI KAMPUNG NAGA

Kampung Naga

Bagi Bro-Sist yang penasaran dengan Kampung Naga ini, saya akan berbagi akses menuju lokasinya, semoga cukup membantu.

Dari Jakarta ke Kampung Naga rutenya adalah Tol Jakarta - Cikampek -> Tol Purbaleunyi -> gerbang Tol Cileunyi -> Nagreg -> arah Garut Kota -> Cilawu -> Lokasi Kampung Naga.

Perjalanan menuju rumah, melelahkan (SLW)

Dan akhirnya berakhir pula trip saya kali ini, cukup menyenangkan dan sangat melelahkan. Maaf hanya sedikit foto yang bisa saya bagikan, dikarenakan kurangnya fasilitas kamera yang saya miliki, kalo mau tahu selengkapnya langsung aja Bro-Sist berkunjung. Pokoknya satu kata untuk Kampung Naga ini yaitu "WOW" karena sudah membuat kaki saya pegal berhari-hari setelahnya. Saran saya yang ke-dua jangan lupa pake balsem setelah berkunjung ke tempat ini. Jangan panik mari piknik. (SLW)


Senin, 11 April 2016

DON'T BE GALAU,

Kemanakah duka harus dihadapkan, jika bukan pada Allah yang Rahman.


"Mengapa ada derita bila bahagia tercipta, kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan (Sheila On7)." Mungkin lirik lagu tersebut sudah sangat akrab ditelinga kita bukan? Dari kutipan lirik lagu diatas mungkin kita berfikir mengapa kesedihan itu diciptakan? Sering kali kita bersedih ketika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berbagai jenis kesedihan sering kita rasakan, sedih ini, sedih itu, dengan berbagai masalah seperti kematian, kehilangan, kemalangan, kegagalan dan sebagainya.

Sedih itu normal, jadi kalo ada yang bilang "aku gak pernah sedih, tuh" berarti dia kurang normal hehe bisa jadi, sedih itu salah satu anugerah dari Allah Swt, tapi cara mengelolanya yang harus diperhatikan. Sedih yang berkepanjangan itu yang dilarang, apalagi bersedih karena tidak bisa menerima takdir dari Allah Swt.

Sebenarnya bersedih tidak diajarkan dalam agama (selain rasa takut karena Allah Swt). Bahkan dalam Al-qur'an pun Allah Swt berfirman:

"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah:40)

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS.Ali 'Imran:139)

Apapun yang membuat hati kita bersedih percayalah ada hikmah didalamnya, Allah yang lebih mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita. Firman Allah Swt: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)

Semoga kita bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur dalam hal apapun, Allah Swt tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan yang kita miliki. Percaya sepenuh yakin apapun yang terjadi saat ini adalah yang terbaik untuk kita. Teruslah berusaha, jika gagal coba lagi, jika jatuh bangkit lagi, Allah selalu bersama kita. *SLW*