Selasa, 26 April 2016

CFD (Car Free Day) ALA BEKASI



Bekasi, Car Free Day adalah hari bebas kendaraan. Biasanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk berolahraga sepeda, lari pagi dan lain sebagainya.

Gor Kota Bekasi (sumber google)

Fly Over Summarecon Bekasi (sumber google)
Hari bebas kendaraan ini dibuka setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00 dari kawasan perumahan summarecon bekasi melalui fly over sampai sepanjang jalan jendral Ahmad Yani-Gor bekasi.

www.susinewbie.blogspot.com

Sebagai warga bekasi yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi ini, saya cukup sering mengikuti kegiatan minggu pagi ini, ya mungkin anak muda sekarang menyebutnya Cfd singkatan dari Car Free Day. Biasanya saya memanfaatkannya untuk bersepeda, lari pagi dan jalan santai.

CFD dengan berjalan santai

Antusias masyarakat Bekasi

Fly Over Summarecon Bekasi
Tapi sesampainya di sana jangan kaget bila keadaan sesak oleh ratusan manusia, karena cukup besarnya antusias warga setempat untuk melakukan Cfd ini. Setidaknya masih bisa berolahraga dengan jalan santai.

Moment matahari terbit
Tak jarang mereka yang datang untuk Cfd bukan saja untuk berolahraga tapi hanya sekedar jalan-jalan pagi, selfie, melihat moment matahari terbit di atas jembatan, shoping dan wisata kuliner. Karena memang banyak pedagang kaki lima yang datang ke Cfd ini.

Fly over Summarecon Bekasi.
Apapun tujuannya kita sangat tahu apa yang terbaik untuk kita dalam kesempatan Cfd ini, memilih sehat, hiburan atau hanya sekedar kepuasan dihati. Tapi saya memilih untuk sehat dan mencari bahan tulisan adalah bonusnya, yang terpenting kita harus menjaga kebersihan area Cfd di kota Bekasi ini, kalo bukan kita siapa lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi? (SLW)

Senin, 25 April 2016

FILOSOFI ROTI BUAYA

Filosofi roti buaya (SLW)

Dalam acara pernikahan diberbagai daerah biasanya sang calon mempelai pria membawa seserahan berupa parsel untuk sang calon mempelai wanita. Begitupun pada acara pernikahan adat betawi. Dari beberapa seserahan tersebut akan kita temukan sebuah roti berbentuk buaya dalam ukuran besar, ya roti buaya namanya.

Pernah gak sih berfikir kenapa harus roti buaya? Sedangkan sepengetahuan kita buaya itu identik dengan kata buaya darat atau ketidaksetiaan. Nah loh bingung kan?

Bila dikulik lebih dalam lagi makna roti buaya tidak sesingkat pemikiran masyarakat pada umumnya. Menurut adat istiadat betawi roti buaya bermakna lambang dari kemapanan dan kesetiaan. Makna kemapanan ada pada roti, dimana hanya para bangsawan yang bisa menikmati roti pada zamannya. Sedangkan makna kesetiaan ada pada buaya, karena semasa hidupnya buaya hanya melakukan pernikahan satu kali seumur hidupnya, setia bukan?

Filosofi tersebut yang membuat roti buaya hingga sekarang masih digunakan sebagai seserahan pada acara pernikahan adat betawi, dengan harapan agar kedua mempelai hidup dalam kemapanan dan saling setia hingga akhir usia.(SLW)

Minggu, 24 April 2016

MY TRIP (KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA)

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang perjalanan wisata ke daerah Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Naga. Siapa tahu setelah membaca artikel ini membuat kalian ingin memajukan tempat wisata dengan berkunjung ke daerah wisata ini.
To the point aja ya....

Welcome to Kampung Naga

Kampung Naga merupakan perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat sunda. Terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung melalui Garut. Untuk masuk ke Kampung Naga tidak dikenakan biaya masuk, WOW banget kan? Tapi terdapat kotak amal di pertengahan jalan menuju Kampung Naga, tentunya seikhlasnya ya Bro-Sist :)

Tugu Kujang Pusaka

Sebelum memasuki Kampung Naga disebelah kiri jalan terdapat bangunan Tugu Kujang Pusaka yang berdiri kokoh menambah keindahan seni arsitektur di kampung naga tersebut. Dahulu kujang adalah senjata khas urang sunda yang digunakan saat bertempur. Bangunan Tugu kujang yang menjulang tinggi tersebut, tingginya mencapai 3 meter yang ditopang oleh bangunan persegi empat terbuat dari beton.

Posisi turun tangga

Posisi naik tangga

Setelah melewati Tugu Kujang Pusaka kita memasuki Kampung Naga dengan menuruni kurang lebih 360 anak tangga (kalo gak salah hitung ya hihi) yang terdapat beberapa kelokan menambah indah kampung tersebut. Saat kita menyusuri anak tangga satu demi satu kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang hijau membentang memanjakan penglihatan kita. Meski harus susah payah saat pulang nanti, karena harus menaiki 360 anak tanggga, semua akan terbayar lunas dengan keindahan pemandangan Kampung Naga. Saran saya, jangan lupa bawa air mineral saat pergi kesini. Cape sist-broh, ini cius loh.

Atap rumah adat Kampung Naga dari kejauhan

Rumah adat Kampung Naga

Mushola di Kampung Naga dan bedug di depannya

Kampung Naga memiliki rumah-rumah yang sangat detail seni arsitekturnya. Bentuk atap rumah adat kampung naga disebut suhunan yang terdiri dari daun tepus yang ditutupi oleh ijuk. Dinding rumah tersebut mempunyai rangka dari kayu albasia, untuk penutup menggunakan anyaman sasag, bilik dan papan kayu. Jenis bambu yang digunakan untuk bahan dinding adalah bambu tali (awi tali).

Salah satu souvenir di Kampung Naga

Souvenir yang dibawa pulang (Tas dan Blangkon)

Masyarakat didalam Kampung Naga juga menjual berbagai macam souvenir khas sunda yang dibuat dari bahan-bahan alam. Seperti gantungan kunci, gelang, tas, blangkon sunda, cerutu rokok, gula aren khas Tasikmalaya. Ini merupakan salah satu mata pencaharian tambahan untuk sebagian warga setempat.

AKSES LOKASI KAMPUNG NAGA

Kampung Naga

Bagi Bro-Sist yang penasaran dengan Kampung Naga ini, saya akan berbagi akses menuju lokasinya, semoga cukup membantu.

Dari Jakarta ke Kampung Naga rutenya adalah Tol Jakarta - Cikampek -> Tol Purbaleunyi -> gerbang Tol Cileunyi -> Nagreg -> arah Garut Kota -> Cilawu -> Lokasi Kampung Naga.

Perjalanan menuju rumah, melelahkan (SLW)

Dan akhirnya berakhir pula trip saya kali ini, cukup menyenangkan dan sangat melelahkan. Maaf hanya sedikit foto yang bisa saya bagikan, dikarenakan kurangnya fasilitas kamera yang saya miliki, kalo mau tahu selengkapnya langsung aja Bro-Sist berkunjung. Pokoknya satu kata untuk Kampung Naga ini yaitu "WOW" karena sudah membuat kaki saya pegal berhari-hari setelahnya. Saran saya yang ke-dua jangan lupa pake balsem setelah berkunjung ke tempat ini. Jangan panik mari piknik. (SLW)


Senin, 11 April 2016

DON'T BE GALAU,

Kemanakah duka harus dihadapkan, jika bukan pada Allah yang Rahman.


"Mengapa ada derita bila bahagia tercipta, kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan (Sheila On7)." Mungkin lirik lagu tersebut sudah sangat akrab ditelinga kita bukan? Dari kutipan lirik lagu diatas mungkin kita berfikir mengapa kesedihan itu diciptakan? Sering kali kita bersedih ketika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berbagai jenis kesedihan sering kita rasakan, sedih ini, sedih itu, dengan berbagai masalah seperti kematian, kehilangan, kemalangan, kegagalan dan sebagainya.

Sedih itu normal, jadi kalo ada yang bilang "aku gak pernah sedih, tuh" berarti dia kurang normal hehe bisa jadi, sedih itu salah satu anugerah dari Allah Swt, tapi cara mengelolanya yang harus diperhatikan. Sedih yang berkepanjangan itu yang dilarang, apalagi bersedih karena tidak bisa menerima takdir dari Allah Swt.

Sebenarnya bersedih tidak diajarkan dalam agama (selain rasa takut karena Allah Swt). Bahkan dalam Al-qur'an pun Allah Swt berfirman:

"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah:40)

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS.Ali 'Imran:139)

Apapun yang membuat hati kita bersedih percayalah ada hikmah didalamnya, Allah yang lebih mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita. Firman Allah Swt: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)

Semoga kita bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur dalam hal apapun, Allah Swt tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan yang kita miliki. Percaya sepenuh yakin apapun yang terjadi saat ini adalah yang terbaik untuk kita. Teruslah berusaha, jika gagal coba lagi, jika jatuh bangkit lagi, Allah selalu bersama kita. *SLW*

Sabtu, 09 April 2016

JARAK WAKTU RINDU

Dear, nikmati saja irama detak tiap detiknya. Bukankah kau tahu setiap jam memiliki waktu, dimana akan bertemunya jarum detik, menit, dan jam pada garis yang sama. Bila aku detik yang selalu berputar, maka kau adalah menit yang selalu menungguku, lalu kita akan menuju pada jarum jam yang aku sebut sebagai masa depan. Kita akan bertemu disana, tepat pada pukul berapapun jumlahnya.

Jarak bukan penghalang, biarlah waktu berlalu dan menjawab segalanya. Rindu yang terhimpun, rasa yang tertimbun, hitung saja jumlahnya. Akan kulunasi semua, dengan rindu dan rasa yang lebih dari hitunganmu.

Dear, bukankah jarak yang membuat rindu terhimpun? Ia tak akan berkurang. Maka bersabarlah. Rindu tak akan mengkhianati pemiliknya yang setia. Kita pasti akan bertemu disana, pada tabungan rindu bermuara.

Ditulis untuk event berbalas prosa, Komunitas Bisa Menulis.
*SLW*