Senin, 25 April 2016

FILOSOFI ROTI BUAYA

Filosofi roti buaya (SLW)

Dalam acara pernikahan diberbagai daerah biasanya sang calon mempelai pria membawa seserahan berupa parsel untuk sang calon mempelai wanita. Begitupun pada acara pernikahan adat betawi. Dari beberapa seserahan tersebut akan kita temukan sebuah roti berbentuk buaya dalam ukuran besar, ya roti buaya namanya.

Pernah gak sih berfikir kenapa harus roti buaya? Sedangkan sepengetahuan kita buaya itu identik dengan kata buaya darat atau ketidaksetiaan. Nah loh bingung kan?

Bila dikulik lebih dalam lagi makna roti buaya tidak sesingkat pemikiran masyarakat pada umumnya. Menurut adat istiadat betawi roti buaya bermakna lambang dari kemapanan dan kesetiaan. Makna kemapanan ada pada roti, dimana hanya para bangsawan yang bisa menikmati roti pada zamannya. Sedangkan makna kesetiaan ada pada buaya, karena semasa hidupnya buaya hanya melakukan pernikahan satu kali seumur hidupnya, setia bukan?

Filosofi tersebut yang membuat roti buaya hingga sekarang masih digunakan sebagai seserahan pada acara pernikahan adat betawi, dengan harapan agar kedua mempelai hidup dalam kemapanan dan saling setia hingga akhir usia.(SLW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar