Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang perjalanan wisata ke daerah Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Naga. Siapa tahu setelah membaca artikel ini membuat kalian ingin memajukan tempat wisata dengan berkunjung ke daerah wisata ini.
To the point aja ya....
 |
| Welcome to Kampung Naga |
Kampung Naga merupakan perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat sunda. Terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung melalui Garut. Untuk masuk ke Kampung Naga tidak dikenakan biaya masuk, WOW banget kan? Tapi terdapat kotak amal di pertengahan jalan menuju Kampung Naga, tentunya seikhlasnya ya Bro-Sist :)
 |
| Tugu Kujang Pusaka |
Sebelum memasuki Kampung Naga disebelah kiri jalan terdapat bangunan Tugu Kujang Pusaka yang berdiri kokoh menambah keindahan seni arsitektur di kampung naga tersebut. Dahulu kujang adalah senjata khas urang sunda yang digunakan saat bertempur. Bangunan Tugu kujang yang menjulang tinggi tersebut, tingginya mencapai 3 meter yang ditopang oleh bangunan persegi empat terbuat dari beton.
 |
| Posisi turun tangga |
 |
| Posisi naik tangga |
Setelah melewati Tugu Kujang Pusaka kita memasuki Kampung Naga dengan menuruni kurang lebih 360 anak tangga (kalo gak salah hitung ya hihi) yang terdapat beberapa kelokan menambah indah kampung tersebut. Saat kita menyusuri anak tangga satu demi satu kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang hijau membentang memanjakan penglihatan kita. Meski harus susah payah saat pulang nanti, karena harus menaiki 360 anak tanggga, semua akan terbayar lunas dengan keindahan pemandangan Kampung Naga. Saran saya, jangan lupa bawa air mineral saat pergi kesini. Cape sist-broh, ini cius loh.
 |
| Atap rumah adat Kampung Naga dari kejauhan |
 |
| Rumah adat Kampung Naga |
 |
| Mushola di Kampung Naga dan bedug di depannya |
Kampung Naga memiliki rumah-rumah yang sangat detail seni arsitekturnya. Bentuk atap rumah adat kampung naga disebut suhunan yang terdiri dari daun tepus yang ditutupi oleh ijuk. Dinding rumah tersebut mempunyai rangka dari kayu albasia, untuk penutup menggunakan anyaman sasag, bilik dan papan kayu. Jenis bambu yang digunakan untuk bahan dinding adalah bambu tali (awi tali).
 |
| Salah satu souvenir di Kampung Naga |
 |
| Souvenir yang dibawa pulang (Tas dan Blangkon) |
Masyarakat didalam Kampung Naga juga menjual berbagai macam souvenir khas sunda yang dibuat dari bahan-bahan alam. Seperti gantungan kunci, gelang, tas, blangkon sunda, cerutu rokok, gula aren khas Tasikmalaya. Ini merupakan salah satu mata pencaharian tambahan untuk sebagian warga setempat.
AKSES LOKASI KAMPUNG NAGA
 |
| Kampung Naga |
Bagi Bro-Sist yang penasaran dengan Kampung Naga ini, saya akan berbagi akses menuju lokasinya, semoga cukup membantu.
Dari Jakarta ke Kampung Naga rutenya adalah Tol Jakarta - Cikampek -> Tol Purbaleunyi -> gerbang Tol Cileunyi -> Nagreg -> arah Garut Kota -> Cilawu -> Lokasi Kampung Naga.
 |
| Perjalanan menuju rumah, melelahkan (SLW) |
Dan akhirnya berakhir pula trip saya kali ini, cukup menyenangkan dan sangat melelahkan. Maaf hanya sedikit foto yang bisa saya bagikan, dikarenakan kurangnya fasilitas kamera yang saya miliki, kalo mau tahu selengkapnya langsung aja Bro-Sist berkunjung. Pokoknya satu kata untuk Kampung Naga ini yaitu "WOW" karena sudah membuat kaki saya pegal berhari-hari setelahnya. Saran saya yang ke-dua jangan lupa pake balsem setelah berkunjung ke tempat ini. Jangan panik mari piknik. (SLW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar