Oleh : Emoticon Smile (SLW)
Minggu-minggu ini Doni mulai jengkel dengan pacarnya yang super "ribet" itu, Rina namanya. Bagaimana tidak akhir-akhir ini dia selalu ingin bertemu setiap malam, bukan itu yang menyebalkan. Tapi saat bertemu dia asik sendiri dengan ponsel barunya. "Cekrek" sana, "Cekrek sini, Mencari angle 'sudut' yang pas untuk wajahnya. Belum lagi saat makanan yang dipesan datang, aduh ribetnya setengah mati. Saat itu Doni selesai berdoa dalam hati sebelum menyantap nasi goreng spesial dengan telur mata sapi yang dipesannya. Sendok ditangan kanan, garpu ditangan kiri, mulutnya sudah dibuka kecil, menanti nasi goreng spesial yang disendoknya mendarat. Jarak sendoknya kini hanya beberapa centi lagi.
"Wah... sepertinya enak nih..." kata Doni penasaran dalam hati.
Tapi hap, tangan rina memaksa doni menurunkan sendoknya dan berkata, "Sebentar deh sayang aku mau foto dulu makanannya buat aku upload."
Mulut Doni tertutup dan sendok yang diangkatnya diturunkan kembali, nafsu makannya sekejap hilang.
"Haah? Wanita macam apa ini. Noraaak..." kata Doni kesal dalam hati.
Doni hanya terdiam, Rina asik memotret makanannya tak memperdulikan wajah Doni yang mulai kesal.
Setelah kejadian itu Doni mulai memikirkan cara untuk memutuskan Rina yang super 'ribet' itu, bagaimana caranya memutuskan Rina tanpa harus ditanya alasannya. Ini pasti sulit, akan banyak pertanyaan dari Rina nantinya, dan Doni sangat benci berdebat. Akhirnya cara ini yang dipilih Doni.
Mereka berdua bertemu di sudut taman kota, duduk berdua di bangku taman, dan...
Doni memulai pembicaraannya, "Dek aku ingin bicara nih."
"Mau bicara apa sih sayang?" Rina menjawab dengan santai.
"Aku mau putus," kata Doni dengan suara yang sengaja dipelankan supaya Rina kembali menegaskan.
"Kamu ngomong apa sih sayang? Yang bener dong." Rina menjawab dengan bingung karena takut salah dengar.
"Loh memang kamu dengarnya bagimana?," kata Doni sengaja memancingnya.
"Aku mau putus." jawab Rina mengulang ucapan Doni tadi.
"Apa dek, kamu mau putus? Ya sudah kita putus ya. Sekarang kita temenan aja." kata Doni sambil menahan tawa. "Yes, akhirnya putus juga. Trik ini memang keren hahaha," kata Doni melanjutkan dalam hati.
Setelah itu Doni langsung pergi tanpa menunggu Rina berbicara lagi. Rina termenung, bingung dengan ucapannya sendiri. Setelah sadar dia menangis lalu tertawa. Hahaha sepertinya Rina mulai gila, niat hati mengulang ucapan Doni, malah jadi pernyataan putus. Ini salah siapa?
End
Bekasi, Mei 2016
*** keh...keh... :D
*dibuat pada event cerita mini komedi di Komunitas Bisa Menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar