Minggu, 22 November 2015

Tuan tanpa sketsa jodohku

Tuan...
Namamu tak bisa ku reka, sunyi ku lihat namun tanpa sketsa. Bila masa waktu indah itu ada, doa yang ku sisipkan kini tak lagi untuk si pulan. Ya ada namamu didalamnya.

Tuan ku tuliskan surat ini untukmu, yang nanti akan kau baca setelah meminangku. Ada banyak yang ingin ku sampaikan padamu, semua yang belum terjawab oleh pikiranku. Namun aku selalu percaya, setiap pertanyaan itu selalu berpasangan dengan jawaban, dan untuk keduanya bertemu yang dibutuh kan cuma waktu.
"ya saat ini aku sedang bergulat dengan waktu, bersejantakan sabar dan keyakinanku!"  tahukah kau tuan, berapa kali aku membunuh rasa rindu ini untukmu, itu seperti ada banyak pisau yang ku tancapkan pada hatiku sendiri, sakit memang tapi tak berbekas. Tak berdarah namun menyesakkan dada. Kau tak pernah tahu berapa banyak susunan doa yang tertulis indah di langit? Meski tak tahu namamu aku tetap berdoa, meski tak tahu rupamu aku selalu meminta, sepotong harapan yang selalu ku sisipkan dalam ibadahku. "Ya ALLAH, untuk si pulan yang nanti akan menjadi jodohku, tuntunlah langkahnya dalam pencariannya menemuiku, berkahilah setiap perjalanannya saat ini. Jagalah hatinya untukku seperti aku menjaga hatiku untuknya, dan pertemukan kami pada sebuah ikatan yang Engkau restui, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan mu ya ALLAH"

Sebelum kita bertemu saat ini, aku pun tahu tuan, betapa berat jalan yang kau tempuh untuk mencariku, beberapa hati mungkin kau selami, namun Dimana gerangan adanya, hanya keyakinan pada Tuhanmu yang menguatkan hingga akhirnya kita dipertemukan.

Aku pun sama halnya denganmu, jutaan rindu yang tak bertuan, ribuan cinta yang tak tahu hendak ku tujukan kepada siapa, malam-malam yang ku lewati hanya berteman sepi, ku lamunkan wajahmu yang tersembunyi, hanya senyuman manis yang ku lihat. Indahnya bila itu nyata, ketika selang waktu aku hanya tersentak dalam lamunanku. Sadarku aku telah terjebak dalam ilusiku sendiri.

Diujung jalan nanti, takdir akan berkata, ribuan tanya akan terjawab, jutaan rindu telah bertuan, cinta akan terbalas, dua hati yang saling merindu bertemu, ada dua doa yang dikabulkan. Mimpi yang jadi kenyataan, harapan bukan sekedar lamunan. Ketika pertemuan itu terjadi, yakinkan aku bahwa kau yang selalu ada disetiap doaku, kamu yang selalu kutitipkan rindu melalui ALLAH, kaulah jawaban atas doaku, tuan yang membuat aku mencari, dan segeralah kau hentikan pencarianku ini.

Padamu Tuan tanpa sketsa, ku tambatkan hati ini meski tak pasti. Semoga takdir indah itu ada. Untuk Kita yang sedang berjuang, menentang kehendak diri dan menundukkan nafsu hati. (SLW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar