Aku adalah karya yg dilahirkan dari air mata dan harapan, jutaan asa yang menghilang, semakin jauh meninggalkan dan sulit untuk ku genggam. Duhai apakah kiranya hanya sepi yang bertahta dalam jiwa, masuk kedalam dengan hebat menembus dinding kebahagiaan. Bahagia memang ada, tapi kenapa lebih banyak luka dihati dari pada di tubuhku. Aku lebih banyak menangis dihati dari pada di mataku.
Kesepian itu meruntuhkan kuatku, ketika hati ini tersentuh amat lembut lalu di singkapnya lagi dengan luka yang amat menyakitkan, tepatnya disini... ya didalam hatiku. Belum kering luka ini ditambah lagi air garam nan tajam, sepercik pun aku tak mau, sangat pedih rasanya.
Aku nikmati rasa ini sendiri, apapun yang terjadi hidup tak sampai disini, masih berlanjut dan harus ku kejar semua asa dan bahagia itu. Meski semakin ku kejar ia menghilang, ku singkap setitik cahayanya justru memudar. Masa depan terlalu abu-abu untukku terka. Gelap namun harus tetap berjalan.
Kecewa, terluka, gagal, jatuh, terhina. Tak usah diragukan lagi tangguhnya, tak usah dikeluhkan lagi air matanya, tangguh dan tak terkalahkan. Sudah terlalu hafal dengan luka, berteman dengan sepi, bersenjata sabar dan doa. keyakinan menjadi penyokongku. Akan ada bahagia disana, hanya saja perlu jutaan air mata yang terbuang, perlu ribuan kegagalan disetiap perjuangan. Hingga akhirnya sampai pada tujuan.
Ini bukan ratapanku, ini adalah semangatku, ambil lah kegigihanku saja, lupakan cerita pedihku, semoga kita bisa belajar dari semua kesakitan, hikmah berlimpah akan ada dari sebuah kesabaran.
Ini bukan ratapanku, ini adalah semangatku, ambil lah kegigihanku saja, lupakan cerita pedihku, semoga kita bisa belajar dari semua kesakitan, hikmah berlimpah akan ada dari sebuah kesabaran.
Bukankah akan ada pelangi setelah hujan dan badai?, bukankah mutiara dihasilkan dari air mata dan kesakitan? Bukankah akan datang mentari setelah gelap malam? Keyakinanku kepada Sang Pencipta tak boleh luntur, Janji-Nya adalah benar "Bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan" dua kali tertulis indah dalam firman-Nya. "Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?"
#menjelang maghrib disudut kamar kecil
(Susi cuzpict)
#menjelang maghrib disudut kamar kecil
(Susi cuzpict)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar