Kita memang sering bertukar kata
tentang segala hal yang gila, hari-hari pun terasa kurang lengkap bila kita tak
bertatap muka walau sehari saja, ada tawa dan canda namun ada juga tangisan
manja yang tak luput di wajah adikku ini, ketika candaan kita tak lagi terlihat
lucu. Hari hari yang kita lewati pun terlihat monoton dan berulang. Nonton tv
bersama, terkadang makan juga bersama, membersihkan rumah, bercanda dan berbagi
kisah tiap harinya.
Ada banyak hal yang tak bisa aku ungkapkan kepadamu, tapi akan ku
sampaikan meski tak langsung ku ungkapkan.
Ribuan kata sudah kita bicarakan,
beberapa hal pun tak pernah habis di perbincangkan. Dari hal gila, beberapa
curahan hati dan masalah yang cukup rumit pun sudah kita selesaikan. Namun ada
beberapa hal yang tak bisa aku ungkapkan langsung kepada mu. Bukan rahasia,
hanya saja ada perasaan sedikit malu untuk mengutarakannya. Bisakah kau
luangkan waktu sedikit saja untuk membacanya. Semoga kau bisa memahami setiap
kata yang akan aku ungkapkan.
Ini tentang tujuan kita dan kebahagiaan ibu bapak di masa tua.
Bukankah kamu tahu ada banyak
impian dan cita-cita yang kita susun bersama, berharap semua bisa terwujud
dengan indah. Orang tua yang harus bahagia di masa tua, rumah yang layak untuk
kita tempati dan masa depan yang belum kita ketahui ujungnya. Bisa kah kita
bersama-sama berjuang mewujudkannya? Memulai kembali pondasi yang dulu sempat
hancur menjadi puing-puing luka dan air mata. Mungkin sekarang belum cukup
bahagia tapi kebahagiaan akan hadir bila kita ciptakan sendiri. Sesederhananya
canda tawa yang kita lewati saat menonton acara televisi.
Bila aku tak cukup baik berupaya membahagiakan, mau kah kamu
menyempurnakan langkah yang sempat berjalan.
Ketika usaha terbaik sudah
dilakukan namun tak kunjung berbuah,
ketika ribuan doa belum cukup dikabulkan, ketika kegagalan selalu menjadi
teman, meski bangkit namun terjatuh lagi. Jika aku mulai lelah berjalan, jika
ada banyak air mata dan kekecewaan, aku sebagai kakak yang tak cukup baik untuk
dijadikan teladan. Kuatkan langkahku, rangkul aku dan bersiaplah
melanjutkannya. Bisakah kau memperbaiki kurangku? Bisakah kau berupaya lebih
keras lagi? Bisakah kau berdoa lebih ikhlas lagi? Semoga kau bisa lebih gigih
dari aku kakakmu.
Mari kita susun lagi langkah baru, menyempurnakan yang biasa,
melengkapi yang kurang, menemukan yang hilang. Semoga ada satu dari kumpulan
doa yang dikabulkan.
Jatuh kita bersama, bahagia kita
bersama, tak ada yang berani pergi melangkah sendiri, meski hujan kebasahan,
siang kepanasan tak akan jadi penggoyah rasa kebersamaan. Kita lupakan sejenak
kesulitan hidup, jika doa dan usaha terbaik tak cukup mewujudkannya, setidaknya
kita sudah berusaha. Masih ada waktu untuk
kita menyusun kembali langkah baru dan
membuat skala bahagia lebih kecil lagi. Sesederhana mungkin tanpa standar batas
minimal. Dengan mensyukuri nikmat, beribadah yang giat, dan keyakinan kepada
Allah yang kuat. Semoga ini menghantarkan kita ke kebahagiaan yang abadi, bila
tidak di dunia semoga di akhirat bisa.
Dari kakakmu yang tak cukup
tangguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar