Kamis, 30 Juni 2016
ADA KEBAIKAN DARI SEBUAH KEGAGALAN
https://www.islampos.com/286022-286022/
KEGAGALAN sangat menakutkan bagi sebagian orang,karena dari semua usaha terbaik yang dilakukan harus berakhir pada kata gagal. Rasanya seperti tertimpa tembok yang runtuh, kemudian jatuh dan menanggung beban seberat itu. Berpikir untuk bangkit rasanya sulit, karena badan sudah terhimpit. Segitu beratnya pandangan saya tentang kegagalan, rasanya sesak dan mengecewakan. Tapi apakah kita tahu kenapa kegagalan itu ada? Kenapa kita mengalaminya? Dan itu terjadi pada kehidupan saya setahun yang lalu. Salah satu dari sekian kegagalan yang cukup membuat saya paham dan mengerti, mengapa kegagalan itu harus menimpa pada saya.
Bermula ketika saya melamar pekerjaan pada sebuah Perusahaan kosmetik. Karena tidak tahu akses jalan menuju tempat tes, akhirnya saya diantar tetangga saya untuk memenuhi panggilan Psikotes masuk kerja di Perusahaan tersebut, kebetulan dia sudah bekerja beberapa bulan di sana. Sebelum melakukan tes tulis, seluruh calon karyawan (kontrak) yang sudah berkumpul melakukan seleksi dengan mengukur tinggi badan. Tibalah giliran saya, betapa kecewanya ketika tidak bisa melanjutkan ke psikotes selanjutnya karena gagal di seleksi awal. Kenyataannya tinggi badan saya tidak mencapai batas minimal yang ditentukan perusahaan tersebut.
Sangat menjengkelkan karena saya harus pulang sebelum berjuang mengerjakan soal tes tertulis. Saat itu saya hanya berfikir mungkin belum ada rezeki di sini dan melakukan ikhtiar di kesempatan lain.
Beberapa minggu kemudian dari kejadian tersebut, saya dikagetkan dengan berita duka bahwa perusahaan tersebut mengalami musibah kebakaran, karena ledakan tabung gas yang bocor saat proses produksi. Berapa ratus karyawan jadi korban luka-luka dan ada beberapa orang yang meninggal. Bahkan tetangga yang dulu sempat mengantar saya tes menjadi salah satu korban luka bakar serius.
Setelah kejadian itu, saya sadar bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah sesuatu yang terbaik menurut Allah SWT, bukan terbaik menurut pandangan manusia. Berpikir positif dari setiap kejadian, saat ini yang ada di pikiran tentang kegagalan itu adalah Allah SWT sudah menangguhkan musibah untuk saya. Bisa saja jika saya bekerja di perusahaan tersebut saya akan menjadi salah satu korban kebakaran di sana, atau hal buruk lainnya. Wallahua’lam.
Firman Allah SWT:
“……. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.s. Al-Baqarah : 216)
“ …… Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Q.s. An-Nahl : 8)
“……, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan hanya sedikit.” (Q.s. A-Isra’ : 85)
Semoga Allah selalu melindungi setiap langkah kita, memberikan rasa sabar ketika gagal dan bersyukur dalam menjalani kehidupan ini. Aamiin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Yup, kudu sabar meski gagak
BalasHapusTypo : gagal
BalasHapusYup, kudu sabar meski gagak
BalasHapusIya mba, kalo setiap keinginan selalu dikabulkan, dari mana kita bisa belajar sabar. :)
BalasHapus